Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

GORONTALO, Jurnal Po-Noewa, salah satu manuskrip tua Gorontalo yang pernah terbit pada tahun 1932, “pulang kampung” atau dikembalikan ke daerah, setelah sekian lama tersimpan di perpustakaan KITLV Leiden, Belanda.

Manuskrip tua yang merupakan jejak literasi penting dan menjadi penanda persemaian intelektualitas kaum terpelajar di Gorontalo itu, dibawa pulang oleh Basri Amin, seorang peneliti sekaligus dewan redaksi Jurnal Kebudayaan Tanggomo, yang tengah menempuh studi doktoral di negeri kincir angin itu, Senin.

Basri Amin menjelaskan, Jurnal Po-Noewa yang terbit delapan edisi antara November 1932 hingga Juni 1933 itu, merupakan dokumen penting yang perlu digali kembali.

Po-Noewa, menjadi media persemaian intelektualitas, dan toleransi terhadap perbedaan pendapat, untuk  menciptakan persatuan untuk kemajuan melalui saling pengertian antara kaum tua dan muda.

Dalam Po-Noewa, dikupas dan disajikan berbagai tema karya karya tokoh besar dari berbagai bangsa di dunia, Victor Hugo, Shakespeare, Rembrandt, Raden Saleh, Bethoven, Mozart.

Kemudian topik mengenai sistem irigasi dan pertanian, pendidikan rakyat, kesehatan, budaya pesta, lingkungan hingga ke ranah agama, tarikat-tarikat dan para auliya di bumi Gorontalo.

Po-Noewa, didirikan oleh sekelompok anak muda yang menamakan diri perserikatan Gorontalo Institut, terdiri dari kaum terpelajar, baik yang berasal dari Gorontalo mapun Jawa.

Pemulangan manuskrip Jurnal Po-Noewa sebanyak delapan jilid tersebut, atas prakarsa dan difasiliitasi oleh salah seorang sesepuh Gorontalo di Jakarta, Razif Halik Uno, yang juga merupakan ayah dari pengusaha muda nasional, Sandiaga Uno.

Razif, yang akrab disapa Om Henk, saat menyerahkan manuskrip tua itu kepada jajaran redaksi Jurnal Kebudayaan Tanggomo di Gorontalo, berharap jejak literasi itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh generasi muda setempat.

Sejarah daerah ini masih perlu banyak digali untuk berbagai kepentingan ilmu pengetahuan, baik pada saat ini maupun untuk masa depan, kata dia.

Sumber: kompas.com